Berita Pilihan

Gendang Pencak Cimande Tetap Digelar, Adu Bincurang Diperketat


CARINGIN | http://catatannews.id | Tradisi Gendang Pencak Cimande dipastikan tetap berlangsung. Namun, pelaksanaan Adu Bincurang akan diperketat dengan mengutamakan keamanan, ketertiban, sportivitas, keselamatan, dan persaudaraan.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam musyawarah Pusat Pencak Silat Aliran Cimande (PPSAC) bersama kasepuhan, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda se-Kecamatan Caringin di Pendopo Pencak Silat Cimande, Jumat (2/10/2026).

Hasil musyawarah itu kemudian dituangkan dalam Fakta Integritas Tradisi Adu Bincurang atau Gendang Penca Cimande. Aturan tersebut menjadi pedoman yang wajib dipatuhi seluruh peserta maupun pihak yang terlibat dalam kegiatan.

Ketua PPSAC Syis Wahyudi menegaskan, Gendang Pencak merupakan warisan budaya yang harus terus dilestarikan. Karena itu, pelaksanaannya harus berjalan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan ketertiban.

“Gendang Pencak merupakan warisan budaya. Karena itu, pelaksanaannya harus menjunjung sportivitas, keamanan, keselamatan dan persaudaraan,” ujar Syis kepada Pakar, Jumat (2/10/2026).

Dalam fakta integritas tersebut, peserta diwajibkan menjaga ketertiban, mengenakan pakaian yang rapi dan sopan, serta tidak melakukan kekerasan, provokasi, intimidasi maupun penghinaan yang berpotensi memicu perselisihan.

Peserta juga dilarang membawa benda berbahaya, minuman keras, maupun obat-obatan terlarang ke lokasi kegiatan.

Syis meminta setiap persoalan yang muncul selama kegiatan tidak diselesaikan dengan emosi ataupun tindakan anarkis. Menurutnya, setiap persoalan harus dikembalikan kepada aturan dan diselesaikan melalui musyawarah.

“Kalau terjadi persoalan, jangan diselesaikan dengan emosi atau tindakan anarkis. Semua harus dikembalikan kepada aturan dan diselesaikan melalui musyawarah,” tegasnya.

Untuk menjaga keamanan di dalam pakalangan, PPSAC menunjuk petugas keamanan yang akan berkoordinasi dengan aparat pemerintah. Sementara itu, tari kolot turut berperan membantu menjaga ketertiban serta bersikap netral selama kegiatan berlangsung.

PPSAC juga mewajibkan setiap pihak yang akan menggelar Gendang Pencak untuk melakukan koordinasi dan melaporkan rencana kegiatan terlebih dahulu. Peserta diharapkan memahami seluruh ketentuan sebelum memasuki pakalangan.

Selain itu, peserta diimbau tidak menggunakan atribut organisasi kemasyarakatan. Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan tetap berfokus pada tradisi budaya Cimande dan tidak membawa kepentingan kelompok tertentu.

Syis menegaskan, penerapan aturan tersebut bukan bertujuan menghentikan tradisi Gendang Pencak. Sebaliknya, aturan dibuat agar tradisi tersebut dapat terus berlangsung secara aman, tertib, dan berkelanjutan.

“Intinya tradisi tetap berjalan. Kita ingin Gendang Pencak tetap hidup dan tidak punah, tetapi pelaksanaannya harus aman, tertib dan menjunjung persaudaraan,” katanya.

Dengan adanya fakta integritas tersebut, PPSAC bersama kasepuhan dan masyarakat berharap Adu Bincurang tetap menjadi bagian dari pelestarian budaya Cimande tanpa berkembang menjadi ajang perselisihan.

Tradisinya tetap hidup, tetapi aturan dan keselamatan harus menjadi perhatian bersama.

UJG & Red@ksi CN

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Gendang Pencak Cimande Tetap Digelar, Adu Bincurang Diperketat
  • Gendang Pencak Cimande Tetap Digelar, Adu Bincurang Diperketat
  • Gendang Pencak Cimande Tetap Digelar, Adu Bincurang Diperketat
  • Gendang Pencak Cimande Tetap Digelar, Adu Bincurang Diperketat
  • Gendang Pencak Cimande Tetap Digelar, Adu Bincurang Diperketat
  • Gendang Pencak Cimande Tetap Digelar, Adu Bincurang Diperketat
Posting Komentar