Berita Pilihan

Diskusi Disebut Terbuka, Wartawan Tak Diundang Soroti Kapolda Metro


JAKARTA | http://catatannews.id | Pertemuan perdana Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol. Dadang Hartanto, dengan awak media pada Sabtu (10/10/2026), menuai sorotan. Agenda yang disebut sebagai ruang diskusi terbuka untuk menyerap masukan dari insan pers justru dipersoalkan setelah sejumlah wartawan yang rutin meliput di lingkungan Polda Metro Jaya mengaku tidak mendapat undangan.

Pemimpin Redaksi JournalReportase, Arif Yunianto, menyampaikan kekecewaannya terhadap pelaksanaan pertemuan tersebut. Menurutnya, sejumlah jurnalis yang aktif melakukan peliputan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk yang tergabung dalam grup peliputan resmi, tidak dilibatkan dalam agenda itu.

“Sejumlah wartawan yang rutin beraktivitas liputan di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan sekitarnya mengaku kecewa karena tidak disertakan dalam pertemuan tersebut,” ujar Arif, Sabtu (10/10/2026).

Arif menilai, mekanisme undangan yang terkesan selektif berpotensi menimbulkan persepsi negatif di kalangan jurnalis. Padahal, pergantian pimpinan di lingkungan kepolisian semestinya menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan membangun kemitraan yang terbuka dengan seluruh insan pers.

Ia juga mengingatkan bahwa komunikasi yang tidak menjangkau seluruh kalangan media dapat memengaruhi hubungan kelembagaan antara kepolisian dan wartawan ke depannya.

“Polda Metro Jaya seharusnya merangkul semua, bukan hanya media tertentu. Kami yang setiap hari di lapangan justru tidak tahu ada pertemuan itu. Ini kan aneh, diskusinya dibilang terbuka, tetapi undangannya tertutup,” tegasnya.

Menurut Arif, keberadaan wartawan di lingkungan Polda Metro Jaya tidak sebatas menjalankan tugas peliputan. Pers juga memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Karena itu, ia berharap seluruh jurnalis yang menjalankan tugas peliputan memperoleh kesempatan yang setara untuk menyampaikan masukan dan membangun komunikasi dengan jajaran kepolisian.

“Jangan sampai ada kesan pilih-pilih media. Semua wartawan yang bertugas di Polda punya hak yang sama untuk didengar,” katanya.

Arif meminta Kapolda Metro Jaya mengevaluasi mekanisme komunikasi dan koordinasi dengan media agar lebih inklusif serta transparan. Ia berharap pola undangan dalam agenda serupa ke depan dapat diperbaiki sehingga tidak menimbulkan kesan adanya pembatasan terhadap media tertentu.

“Saya berharap ke depannya tidak ada lagi pilih-pilih media dalam pertemuan tersebut. Evaluasi total cara mengundang media,” pungkasnya.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Polda Metro Jaya mengenai alasan sejumlah wartawan tidak dilibatkan dalam pertemuan tersebut. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait demi menjaga keberimbangan pemberitaan.

(Hartini & Tim)

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Diskusi Disebut Terbuka, Wartawan Tak Diundang Soroti Kapolda Metro
  • Diskusi Disebut Terbuka, Wartawan Tak Diundang Soroti Kapolda Metro
  • Diskusi Disebut Terbuka, Wartawan Tak Diundang Soroti Kapolda Metro
  • Diskusi Disebut Terbuka, Wartawan Tak Diundang Soroti Kapolda Metro
  • Diskusi Disebut Terbuka, Wartawan Tak Diundang Soroti Kapolda Metro
  • Diskusi Disebut Terbuka, Wartawan Tak Diundang Soroti Kapolda Metro
Posting Komentar