Selama beroperasi, Dapur MBG Walangsari 2 dinilai mampu menyajikan menu makanan yang baik, beragam, dan disukai oleh para penerima manfaat.
Saat ini, pendistribusian makanan sementara dialihkan atau dikaver oleh dapur MBG lain. Namun sejumlah penerima manfaat menilai terdapat perbedaan yang cukup terasa, baik dari segi menu maupun kualitas penyajian, dibandingkan dengan yang sebelumnya disalurkan oleh Dapur MBG Walangsari 2.
Hal inilah yang kemudian menjadi pertanyaan di kalangan penerima manfaat. Mereka menyayangkan mengapa dapur yang dinilai memiliki kualitas menu baik justru harus dihentikan sementara.
Sejumlah penerima manfaat berharap adanya penjelasan terbuka dari pihak terkait mengenai alasan penghentian sementara operasional Dapur MBG Walangsari 2.
"Kami sangat menyayangkan Dapur MBG Walangsari 2 berhenti sementara. Padahal selama ini menu yang diberikan bagus dan anak-anak juga sangat menyukainya. Kami jadi bertanya-tanya, kenapa dapur yang sudah berjalan baik justru dihentikan," ungkap salah seorang penerima manfaat yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Selasa 8 September 2026.
Menurutnya, setelah pendistribusian dialihkan ke dapur lain, terdapat perbedaan yang cukup dirasakan.
"Sekarang memang sudah dikaver oleh dapur lain, tetapi kalau dibandingkan dengan Dapur MBG Walangsari 2, menurut kami ada perbedaan. Menu dari Walangsari 2 sebelumnya lebih bagus dan lebih lengkap. Kami hanya berharap kualitas makanan untuk anak-anak tetap menjadi perhatian," lanjutnya.
Kepala Sekolah PAUD SPS Melati, Deden Hendra Nurjaman, membenarkan pihaknya menyayangkan penghentian sementara pendistribusian dari Dapur MBG Walangsari 2.
"Selama ini kami melihat menu yang diberikan cukup bagus dan anak-anak sebagai penerima manfaat juga menyukainya," ujar Deden.
Ia berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan dan kepastian mengenai status operasional Dapur MBG Walangsari 2.
"Kami berharap ada kejelasan kenapa dihentikan sementara. Jangan sampai penerima manfaat hanya menunggu tanpa mengetahui apa permasalahannya. Yang terpenting bagi kami adalah keberlanjutan program dan kualitas makanan untuk anak-anak," katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Sekolah MI Bojonggintung, Ibu Yuli. Ia mengatakan selama pendistribusian dilakukan oleh Dapur MBG Walangsari 2, makanan yang diterima para siswa dinilai cukup baik.
"Kalau dibandingkan dengan Dapur MBG Walangsari 2, memang kami melihat ada perbedaan. Sebelumnya menu yang diberikan Walangsari 2 menurut kami bagus. Sekarang memang tetap ada pendistribusian dari dapur lain, tetapi tentu ada perbedaan yang dirasakan," ujar Ibu Yuli.
Ia menegaskan pernyataan tersebut bukan untuk menjatuhkan pihak dapur lain, melainkan sebagai masukan agar kualitas makanan bagi penerima manfaat tetap menjadi prioritas.
"Kami tidak bermaksud membandingkan untuk menjatuhkan siapa pun. Kami hanya menyampaikan apa yang dirasakan sebagai penerima manfaat. Harapan kami sederhana, kualitas makanan untuk anak-anak tetap bagus dan program berjalan maksimal," jelasnya.
"Ketua Yayasan Abdul Rahman yang juga merupakan penerima manfaat turut berharap ada kejelasan dari pihak pengelola.
Menurutnya, para penerima manfaat merasa kehilangan pelayanan yang selama ini sudah berjalan baik.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola Dapur MBG Walangsari 2 maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait alasan dan kepastian waktu penghentian sementara tersebut.
Red@ksi

