CARINGIN | http://catatannews.id | Milad ke-11 Saung Penca Cimande yang berada di Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, digelar penuh khidmat di Aula Saung Penca, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus upaya melestarikan seni bela diri dan budaya pencak silat Cimande. Acara juga diisi dengan penampilan seni bela diri dari berbagai perguruan pencak silat.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah ketua perguruan pencak silat yang turut memberikan dukungan terhadap pelestarian seni bela diri dan budaya Cimande. Salah satunya Ketua PPSAC, Syis Wahyudi, yang hadir bersama para tokoh, kasepuhan, pengurus perguruan, serta keluarga besar Saung Penca Cimande.
Suasana haru turut mewarnai rangkaian acara ketika Ketua Yayasan Saung Penca Cimande Aki Didih, Kasepuhan Cimande Abah Darma, dan H. Agus menerima kadedeuh dari para murid atau santri Saung Penca Cimande.
Pemberian kadedeuh tersebut merupakan bentuk penghormatan, rasa syukur, dan ungkapan terima kasih para santri kepada para guru dan pengasuh yang selama ini telah memberikan ilmu, bimbingan serta keteladanan.
Ketua Yayasan Saung Penca Cimande, Aki Didih, mengatakan bahwa Milad ke-11 bukan sekadar peringatan hari jadi, tetapi menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengenang perjuangan para guru dan sesepuh dalam mempertahankan serta mengembangkan pencak silat Cimande.
"Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul bersama dalam rangka Milad ke-11 Saung Penca Cimande. Ini bukan hanya tentang pencak silat, tetapi bagaimana kita menjaga silaturahmi, menghormati guru dan kasepuhan, serta melestarikan budaya yang diwariskan oleh para leluhur,” ujar Aki Didih kepada Pakar Minggu 22 Agustus 2026.
Menurutnya, pemberian kadedeuh dari para santri kepada guru merupakan tradisi yang mengandung nilai penghormatan dan rasa syukur.
“Kadedeuh ini bukan dinilai dari besar atau kecilnya pemberian, tetapi yang paling utama adalah niat, penghormatan dan rasa terima kasih dari para santri kepada guru,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PPSAC Syis Wahyudi menyampaikan bahwa kegiatan Milad Saung Penca Cimande memiliki arti penting dalam memperkuat persaudaraan antarpelaku dan perguruan pencak silat.
Menurutnya, silaturahmi antarpaguron harus terus dijaga agar pencak silat tidak hanya berkembang sebagai seni bela diri, tetapi juga tetap menjadi bagian dari budaya dan identitas masyarakat.
“Momentum seperti ini sangat penting untuk mempererat persaudaraan antarperguruan. Kita bersama-sama memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan pencak silat, khususnya warisan budaya Cimande, agar terus dikenal dan diwariskan kepada generasi muda,” ungkap Syis Wahyudi.
Milad ke-11 Saung Penca Cimande pun diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat kebersamaan antara guru, santri, kasepuhan, dan seluruh perguruan pencak silat.
Dengan semangat persaudaraan dan penghormatan kepada para guru serta sesepuh, tradisi pencak silat Cimande diharapkan tetap hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.
Red


