SUKABUMI ][ http://catatannews.id ][ Perkembangan media sosial mengubah cara masyarakat mencari informasi hingga menemukan ruang untuk bercerita. Di tengah kebutuhan itu, muncul RESET HATI, sebuah ruang edukasi digital yang dikembangkan oleh Ade Abdul Jalal, praktisi ruqyah dan pendamping masyarakat asal Sukabumi.
Namun perjalanan RESET HATI tidak dimulai dari media sosial. Sebelumnya, Ade telah lama beraktivitas sebagai praktisi dan trainer di REHAB HATI FOUNDATION, serta mendirikan RUMAH REHAB CIREBON sebagai ruang pelayanan dan edukasi masyarakat.
Pengalaman panjang berinteraksi langsung dengan berbagai persoalan masyarakat itulah yang kemudian ia bawa ke ruang digital.
Lahir di Sukabumi, Ade berhadapan dengan beragam persoalan masyarakat. Mulai dari keluarga, hubungan suami istri, konflik emosional, kehilangan kepercayaan, hubungan orang tua dan anak, hingga pergulatan batin yang tidak terlihat dari luar.
Dari proses tersebut, Ade melihat satu pola. Banyak orang tidak hanya butuh jawaban, tetapi juga butuh ruang yang aman untuk didengarkan.
"Banyak orang datang bukan hanya membutuhkan jawaban, tetapi membutuhkan ruang untuk dipahami. Karena terkadang seseorang sudah terlalu lama memendam masalahnya sendiri," ujar Ade Abdul Jalal.
Seiring perubahan kebiasaan masyarakat, ia mentransformasikan pola pendampingan langsung menjadi edukasi digital. Dari sinilah RESET HATI dikembangkan.
Melalui akun ADE ABDUL JALAL | RESET HATI, ia menghadirkan konten edukasi dan sesi LIVE yang membahas komunikasi rumah tangga, konflik pasangan, rasa kecewa, luka emosional, hingga pengelolaan emosi.
Pendekatannya tidak hanya melihat persoalan hubungan antarmanusia, tetapi juga dikaitkan dengan nilai-nilai spiritual dan refleksi keislaman.
"Kalau seseorang hanya mengulang luka terus-menerus, dia akan semakin lelah. Harapannya setelah berada di RESET HATI, seseorang bisa memahami dirinya, melihat masalah dengan lebih jernih, dan menemukan langkah yang bisa dilakukan," jelasnya.
Dalam waktu sekitar dua setengah bulan sejak dikembangkan serius di TikTok, akun tersebut telah meraih lebih dari *180 ribu pengikut*. Sesi LIVE rutin juga menjadi ruang interaksi dengan masyarakat dari berbagai daerah.
"Bagi saya, follower bukan hanya angka. Di balik satu follower ada manusia dengan perjalanan hidup, keluarga, dan masalahnya masing-masing. Itu yang membuat kita harus berhati-hati dalam memberikan edukasi," katanya.
Ade menegaskan RESET HATI bukan hanya tempat curhat. Curhat adalah pintu awal, tetapi setelah itu dibutuhkan proses memahami persoalan dan menentukan langkah.
Ia juga menekankan pentingnya batasan. Ketika kondisi membutuhkan penanganan profesional, masyarakat tetap harus dirujuk ke tenaga ahli.
"Tidak semua persoalan harus kita jawab sendiri. Ada kondisi tertentu yang memang membutuhkan bantuan profesional. Menurut saya, justru memahami batasan itu merupakan bagian dari proses pendampingan yang bertanggung jawab," ujarnya.
Meski kini aktivitasnya berkembang hingga Cirebon, Sukabumi tetap menjadi bagian penting perjalanan hidupnya.
"Saya percaya setiap tempat memiliki cerita. Sukabumi adalah bagian dari perjalanan hidup saya. Apa yang saya lakukan hari ini juga tidak terlepas dari perjalanan dan pengalaman yang saya dapatkan selama mendampingi masyarakat," ungkap Ade.
Ke depan, ia berharap RESET HATI berkembang menjadi komunitas dan ruang edukasi yang lebih luas, baik digital maupun nyata.
"Harapan saya sederhana. Ketika seseorang datang dalam keadaan lelah, semoga mereka bisa pulang dengan hati yang sedikit lebih tenang dan memiliki harapan untuk memperbaiki kehidupannya," pungkas Ade Abdul Jalal.
(Redaksi)

