TANGERANG | http://catatannews.id | Kemeriahan Link Viber Cup 2026 di Stadion Mini Pangeran Jaga Lautan, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, tidak lepas dari kerja dua sosok yang memiliki pengalaman panjang di dunia sepak bola dan pengelolaan olahraga daerah.
Mereka adalah Triesno Sergio dan Khaerudin Chepot, dua figur yang mengambil peran berbeda namun saling melengkapi dalam menyukseskan turnamen yang mempertemukan 32 tim kesebelasan tersebut.
Triesno Sergio dipercaya sebagai Ketua Panitia Link Viber Cup 2026. Pengalamannya sebagai mantan pemain sepak bola, organisator olahraga, hingga pengelola berbagai turnamen menjadi modal dalam mengatur jalannya kompetisi.
Sebelum aktif di balik layar, Triesno dikenal sebagai penjaga gawang yang pernah memperkuat Persita Tangerang. Ia juga tercatat sebagai bagian dari keluarga besar Alumni Persita Tangerang era 1990-an dan masih aktif mengikuti sejumlah agenda reuni maupun pertandingan amal bersama mantan pemain lainnya.
Kini, Triesno menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Kecamatan (KOK) Kronjo. Posisi tersebut membuatnya semakin dekat dengan berbagai aktivitas pembinaan dan pengembangan olahraga masyarakat.
Pengalaman menggelar Linda Cup 2025 juga menjadi salah satu bekal dalam penyelenggaraan Link Viber Cup 2026. Kali ini, ia bersama tim panitia mengembangkan turnamen dengan cakupan peserta dan antusiasme masyarakat yang lebih besar.
"Kami tidak bekerja sendirian. Keberhasilan Link Viber Cup ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim, dukungan berbagai pihak, serta antusiasme masyarakat Kronjo dan sekitarnya," ujar Triesno.
Menurutnya, turnamen sepak bola tingkat daerah tidak hanya berkaitan dengan pertandingan di lapangan. Ajang semacam ini juga dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka peluang bagi aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
"Saya ingin ajang ini bukan sekadar laga sepak bola, tetapi juga menjadi sarana mempersatukan pemuda, menggerakkan ekonomi warga, dan melahirkan bibit-bibit pemain berbakat dari desa-desa," katanya.
Sementara itu, Khaerudin Chepot mengambil peran dari sisi teknis dan pembinaan sepak bola. Ia dikenal sebagai sosok yang telah lama berkecimpung sebagai pemain sekaligus pelatih sepak bola di wilayah Kronjo dan sekitarnya.
Sebagai Ketua Pengurus Cabang PSSI Kecamatan Kronjo, Khaerudin turut memberikan perhatian terhadap pembinaan pemain muda. Pengalamannya membuat ia memahami kebutuhan teknis pertandingan sekaligus pentingnya menjaga sportivitas di antara tim peserta.
Dalam Link Viber Cup 2026, Khaerudin ikut memastikan aspek teknis pertandingan berjalan sesuai ketentuan. Ia juga berperan dalam menjaga komunikasi dan hubungan antarklub selama kompetisi berlangsung.
"Sepak bola di daerah kita memiliki potensi yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita merawat dan memberikan ruang kepada mereka untuk berkembang," ujar Khaerudin.
Menurut dia, Link Viber Cup memberikan kesempatan kepada pemain dari berbagai desa untuk menunjukkan kemampuan di hadapan masyarakat luas.
"Turnamen ini bukan sekadar kompetisi. Ini juga menjadi panggung bagi pemain-pemain muda yang sebelumnya belum banyak mendapatkan kesempatan untuk tampil," katanya.
Kolaborasi Triesno dan Khaerudin mempertemukan dua pengalaman berbeda. Triesno menguatkan sisi organisasi dan manajemen kegiatan, sedangkan Khaerudin fokus pada aspek teknis serta pembinaan pemain.
"Saya bangga bisa berkolaborasi dengan Triesno Sergio. Kami saling melengkapi. Saya dengan pengalaman teknis di lapangan dan beliau dengan pengalaman mengorganisasi kegiatan besar," ujar Khaerudin.
Link Viber Cup 2026 pun menjadi ruang pertemuan antara kompetisi, pembinaan talenta muda, dan aktivitas masyarakat. Dengan 32 tim yang ambil bagian, turnamen tersebut mendapat perhatian besar dari warga dan pencinta sepak bola di wilayah Kronjo dan sekitarnya.
Bagi Triesno dan Khaerudin, keberhasilan turnamen bukan hanya diukur dari meriahnya pertandingan, tetapi juga dari kemampuan menjaga sportivitas, ketertiban, persaudaraan, serta memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk berkembang.
Kolaborasi keduanya diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan sepak bola berikutnya di wilayah Tangerang, sekaligus membuka semakin banyak ruang bagi talenta-talenta muda daerah.
Agiel/Tiems

