Berita Pilihan

Kadal Ditemukan dalam Wadah MBG di Tasikmalaya, Kualitas Makanan SPPG Dipertanyakan


TASIKMALAYA | http://catatannews.id | Temuan seekor kadal hidup di dalam wadah makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan SPPG Bunga Sedap Malam di wilayah Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, memicu perhatian masyarakat.

Temuan tersebut terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026. Berdasarkan foto yang diterima redaksi, seekor kadal terlihat berada di dalam wadah makanan tertutup yang berisi nasi, lauk, sayur, dan buah. Kadal tersebut disebut ditemukan pada ompreng jatah guru dalam kondisi masih hidup meski terlihat lemas.

Persoalan tersebut juga disebut bukan kali pertama terjadi. Sejumlah pihak di lingkungan sekolah mengungkapkan adanya temuan lain, antara lain telur yang diduga sudah tidak layak konsumsi, tempe yang kondisinya dipersoalkan, serta bekicot yang disebut menempel pada ompreng makanan.

Laporan serupa juga disebut muncul dari sejumlah sekolah penerima manfaat yang memperoleh distribusi makanan dari SPPG Bunga Sedap Malam, Pamijahan.

SPPG Bunga Sedap Malam diketahui dipimpin Ade Suradi Pamungkas sebagai Kepala SPPG. Sementara itu, H. Heri, S.H. disebut sebagai Ketua Yayasan Bina Laju Sejahtera yang menjadi mitra dalam penyelenggaraan program tersebut.

Selain persoalan kualitas makanan, muncul pula tudingan adanya intimidasi terhadap pihak sekolah yang melaporkan temuan tersebut. Namun, tudingan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang disebut.

Respons Pihak Terkait

Informasi mengenai temuan tersebut kembali mencuat setelah pemberitaan beredar pada Sabtu, 19 September 2026. Awak media kemudian berupaya meminta klarifikasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dan pihak SPPI wilayah Tasikmalaya Selatan.

Dalam komunikasi melalui WhatsApp, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya memberikan tanggapan singkat agar persoalan tersebut dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

Sementara itu, salah seorang petugas SPPI berinisial AN saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa persoalan tersebut bukan menjadi kewenangannya. Petugas lain berinisial KR disebut belum memberikan tanggapan.

Respons tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai mekanisme penanganan laporan terkait keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG.

Setelah melakukan upaya konfirmasi kepada sejumlah pihak, awak media kemudian berkoordinasi dengan Kapten Tenco R. Manurung, Pasiter Kodim 0612/Tasikmalaya.

Laporan tersebut selanjutnya disebut diteruskan kepada Koordinasi Pengawasan dan Pelaporan (Koordlap) Jawa Barat untuk mendapatkan tindak lanjut.

Dalam proses komunikasi tersebut, redaksi juga menerima salinan dokumen kronologis yang disebut telah ditandatangani Kepala SPPG dan pihak mitra yayasan.

Dokumen tersebut menunjukkan adanya langkah penanganan terhadap persoalan yang dilaporkan. Namun, berdasarkan keterangan dari lingkungan sekolah yang diterima redaksi, masih terdapat kekhawatiran mengenai dampak persoalan tersebut terhadap pihak yang menyampaikan laporan.

Tudingan mengenai adanya intimidasi terhadap kepala sekolah maupun petugas sekolah belum dapat diverifikasi secara independen. Karena itu, diperlukan klarifikasi langsung dari pihak yang disebut dalam tudingan tersebut.

Masyarakat berharap temuan terkait makanan MBG tersebut mendapat pemeriksaan secara serius dan transparan oleh instansi yang memiliki kewenangan.

Keamanan pangan dalam program yang menyasar anak-anak menjadi perhatian penting karena makanan yang dibagikan harus memenuhi standar kebersihan, keamanan, dan kelayakan konsumsi sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat yang memiliki bukti atau laporan terkait pelaksanaan program MBG juga dapat menyampaikannya melalui kanal pengaduan resmi BGN untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur.

Persoalan tersebut diharapkan tidak berhenti pada koordinasi tingkat lapangan, tetapi dapat ditelusuri secara menyeluruh, termasuk mengenai sumber makanan, proses pengolahan, distribusi, pengawasan, serta tindak lanjut terhadap setiap laporan yang masuk.

Hingga berita ini diterbitkan, SPPI Wilayah Tasikmalaya Selatan maupun pihak SPPG Bunga Sedap Malam belum memberikan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan awak media.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.

Rilis: @team.ppri-indonesia

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Kadal Ditemukan dalam Wadah MBG di Tasikmalaya, Kualitas Makanan SPPG Dipertanyakan
  • Kadal Ditemukan dalam Wadah MBG di Tasikmalaya, Kualitas Makanan SPPG Dipertanyakan
  • Kadal Ditemukan dalam Wadah MBG di Tasikmalaya, Kualitas Makanan SPPG Dipertanyakan
  • Kadal Ditemukan dalam Wadah MBG di Tasikmalaya, Kualitas Makanan SPPG Dipertanyakan
  • Kadal Ditemukan dalam Wadah MBG di Tasikmalaya, Kualitas Makanan SPPG Dipertanyakan
  • Kadal Ditemukan dalam Wadah MBG di Tasikmalaya, Kualitas Makanan SPPG Dipertanyakan
Posting Komentar