SUKABUMI ][ http://catatannews.id ][ Tangis bahagia dan pelukan hangat menyambut kepulangan Empat Patmawati, Pekerja Migran Indonesia - PMI asal Kampung Cileles, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Rabu 12 Agustus 2026.
Empat sempat terkatung-katung di *Uni Emirat Arab selama 1 tahun lebih akibat dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang - TPPO. Berkat pendampingan Tim Relawan Sekretariat Bersama Sekber TPPO RI dan dukungan media, ia akhirnya bisa kembali ke tanah air dengan selamat.
Kedatangan Empat pada Selasa petang 12 Agustus 2026 disambut keluarga besar dan warga sekitar. Setelah mendarat di *Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang*, tim relawan langsung mengawal dan mendampingi Empat hingga tiba di rumah kediamannya sekitar pukul 19.30 WIB.
"Atas nama keluarga dan pemerintah desa, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim relawan Sekber TPPO RI dan para jurnalis yang telah mengawal pemulangan warga kami dari awal hingga selamat sampai di rumah. Kerja keras tanpa pamrih ini sangat berarti bagi kami," ujar Kepala Desa Hegarmanah, Ujang dengan mata berkaca-kaca.
Penasehat Relawan Sekber TPPO RI, Abel Abdul Roup atau akrab disapa Bang Doel, menegaskan pemulangan ini adalah bukti kuatnya sinergi antar elemen masyarakat.
Abel juga berharap kejadian ini menjadi perhatian Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia - KP2MI untuk terus meningkatkan respons cepat dan SOP penanganan aduan PMI di luar negeri.
"Perlindungan menyeluruh bagi Pekerja Migran Indonesia harus jadi prioritas, tanpa membeda-bedakan status kepulangannya," tegas Abel.
Sekber Relawan TPPO RI tidak berhenti sampai di sini. Tim dijadwalkan kembali melakukan penjemputan PMI di Bandara Soekarno-Hatta, termasuk pemulangan PMI dari Suriah dan PMI asal Kabupaten Bandung Barat yang kembali dari Libya.
Kisah Empat Patmawati menjadi pengingat bahwa solidaritas, empati, dan kerja sama adalah kunci untuk membawa pulang anak bangsa yang merindukan rumah.
Editor: Redaksi Catatannews.id


