SUKABUMI | http://catatannews.id | Kepulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Sukabumi, Evi Mentari, dari Jeddah, Arab Saudi, menjadi sorotan. Di tengah rasa syukur keluarga, kritik tajam datang dari Ketua Media Independen Online (MIO) Sukabumi, Purwanto.
Purwanto menyoroti minimnya kepedulian dan dukungan nyata dari Wali Kota Sukabumi beserta jajaran Pemerintah Kota Sukabumi kepada warganya yang meninggal di perantauan.
Purwanto menyampaikan rasa prihatin atas langkah Pemkot yang dinilai lambat dan belum memberikan bantuan nyata kepada keluarga almarhumah di masa kritis.
“Sangat disayangkan, ketika seorang warga Kota Sukabumi berjuang antara hidup dan mati hingga akhirnya meninggal dunia di luar negeri, peran serta dukungan nyata dari Wali Kota Sukabumi dan pemerintah daerah sangat minim,” tegas Purwanto.
Ia menegaskan semangat kemanusiaan harus diutamakan. Penanganan kasus pahlawan devisa tidak boleh dibeda-bedakan karena perbedaan cara atau status keberangkatan.
“Perlindungan, kepedulian, serta keselamatan jiwa warga negara adalah kewajiban mutlak yang harus dijalankan oleh pemerintah daerah setempat,” ujarnya.
Berbeda dengan Pemkot, Purwanto memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Relawan Sekretariat Bersama Tindak Pidana Perdagangan Orang Republik Indonesia (Sekber TPPO RI).
Menurutnya, tim inilah yang menjadi benteng terdepan mengawal proses hingga jenazah almarhumah bisa dipulangkan.
“Jika bukan karena kegigihan dan kerja keras Tim Relawan Sekber TPPO RI, mungkin kepulangan almarhumah Evi Mentari akan menemui jalan buntu. Pak Abel, Pak Edi S. Paul, dan seluruh tim di lapangan telah membuktikan dedikasi luar biasa,” kata Purwanto.
Ia menyebut sinergi Pembina Sekber TPPO RI Abel dan Ketua Sekber TPPO RI Edi S. Paul bersama tim lapangan berhasil membangun jaringan lintas instansi. Mulai dari Kemenlu, Disnakertrans, Imigrasi, RSUD R. Syamsudin, DPRD, BAZNAS, hingga BP3MI Jawa Barat, sehingga birokrasi pemulangan antarnegara yang rumit bisa diselesaikan.
Purwanto berharap kasus Evi Mentari menjadi bahan evaluasi mendalam bagi Pemerintah Kota Sukabumi. Sistem perlindungan pekerja migran harus diperbaiki sejak berangkat hingga pulang.
Jenazah almarhumah dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Seluruh proses kedatangan hingga pengawalan ke rumah duka di Kota Sukabumi dikawal penuh Tim Sekber TPPO RI.
Rasa terima kasih juga disampaikan keluarga. Erwin, suami almarhumah, mengaku pendampingan Sekber TPPO RI sangat meringankan beban keluarga di tengah duka.
“Organisasi kami akan terus berdiri teguh mengawal dan menyuarakan setiap isu kemanusiaan. Nasib PMI asal Sukabumi harus mendapat perhatian layak, tanggung jawab, dan perlindungan nyata dari pihak berwenang,” pungkas Purwanto.
(Redaksi)


