CIGOMBONG ][ http://catatannews.id ][ Krisis air bersih kembali dirasakan warga Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Ribuan warga, khususnya masyarakat Kampung Gembrong RT 01 RW 07, telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama kurang lebih satu bulan akibat kekeringan.
Melihat kondisi tersebut, Persaudaraan Wartawan Online (PWO) turun langsung memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat. Sebanyak 32 ribu liter air bersih dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
Ketua Umum PWO, Ujang Maturidi, yang juga wartawan Harian Pakar, mengatakan bantuan tersebut dikirim sebanyak empat tangki, dengan kapasitas masing-masing tangki mencapai 8 ribu liter air.
“Untuk membantu warga yang sedang mengalami kekeringan, kami dari PWO mengirimkan empat tangki air bersih. Masing-masing tangki berkapasitas 8 ribu liter, sehingga total bantuan yang kami kirim mencapai 32 ribu liter,” ujar Ujang Maturidi.
Menurut Ujang, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap masyarakat. Menurutnya, profesi wartawan tidak hanya memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
“Kami ingin PWO tidak hanya hadir melalui pemberitaan, tetapi juga bisa memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Ketika ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih, tentunya kita harus ikut peduli dan membantu semampu kita,” katanya.
Ujang berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat Kampung Gembrong yang selama sebulan terakhir harus menghadapi kesulitan air bersih.
“Kami berharap air yang kami kirim ini bisa membantu memenuhi kebutuhan warga. Mudah-mudahan kekeringan segera berakhir dan sumber air masyarakat kembali normal,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperhatikan wilayah yang terdampak kekeringan. Sebab, persoalan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut kehidupan masyarakat sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Desa Ciadeg, Wahyu Rahayu, mengaku bersyukur dan menyampaikan apresiasi kepada PWO yang telah memberikan bantuan air bersih kepada warganya.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada PWO yang sudah membantu masyarakat Desa Ciadeg, khususnya warga Kampung Gembrong. Bantuan air bersih ini sangat dibutuhkan masyarakat karena sudah sekitar satu bulan warga mengalami kesulitan air,” ujar Wahyu.
Menurutnya, musim kemarau membuat sejumlah sumber air yang biasa digunakan masyarakat mengalami penurunan debit. Kondisi tersebut semakin menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Wahyu mengatakan bantuan empat tangki air bersih tersebut sangat membantu masyarakat. Warga dapat menampung air untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, sehingga untuk sementara beban masyarakat akibat kekeringan dapat berkurang.
“Kami berharap bantuan seperti ini bisa terus dilakukan apabila kondisi kekeringan masih berlangsung. Mudah-mudahan pemerintah dan berbagai pihak juga dapat memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan,” katanya.
Penyaluran air bersih tersebut disambut antusias oleh warga. Masyarakat membawa berbagai wadah untuk menampung air yang disalurkan melalui tangki bantuan.
Bagi warga Kampung Gembrong, bantuan tersebut sangat berarti karena air bersih merupakan kebutuhan utama yang tidak dapat ditunda. Selain untuk kebutuhan minum dan memasak, air juga diperlukan untuk mandi, mencuci serta keperluan sanitasi lainnya.
Kegiatan PWO tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian sosial organisasi wartawan terhadap masyarakat. Di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih, kehadiran berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu meringankan beban warga.
PWO berharap bantuan 32 ribu liter air bersih yang dikirim melalui empat tangki tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Ciadeg, khususnya warga Kampung Gembrong RT 01 RW 07.
Selain itu, PWO juga mendorong pemerintah daerah agar terus memantau wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
“Kita berharap jangan sampai masyarakat harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan air bersih. Ini kebutuhan dasar. Selama masyarakat membutuhkan dan kami masih mampu membantu, Insyaallah PWO akan berusaha hadir,” pungkas Ujang Maturidi.
(Redaksi)


